Sejarah Perkembangan Wushu di DKI Jakarta

Pengurus provinsi Wushu DKI berdiri pada tahun 1993.

Pengprov periode 2005 – 2009

Pengprov Wushu DKI dipimpin oleh Bpk. Eko Bharuna, yang dimana pada saat itu dibawah kepemimpinan beliau, Wushu DKI telah mencetak juara dunia atas nama atlet gogi nebulana pada nomor permainan pedang pada tahun 2007 di Macau dan menjadikan Susyana juara 2 Asia pada asian games di Qatar, medali emas pada sea games 2005,2007 serta meraih medali perunggu pada ajang bergengsi Olimpiade di Beijing.

Pengprov periode 2009 – 2017

Pengprov Wushu DKI dipimpin oleh Bpk. Nicholas The. Di dalam kepengurusan ini Wushu DKI semakin banyak menoreh prestasi di kategori junior maupun senior, baik itu nasional maupun internasional yang akan kami rincikan di proposal ini. Selain itu pertambahan atlet di DKI semakin banyak dan juga berkualitas. Di bagian organisasi, Wushu DKI juga yang pertama kali membuat peraturan dalam menjaga suasana yang kondusif di antara sasana – sasana yang ada di DKI yaitu salah satunya dengan memberlakukan peraturan larangan untuk berpindah sasana tanpa ada ijin dari sasana asal, apabila tetap pindah sasana tanpa ada ijin, maka Wushu DKI akan mengeluarkan keputusan kepada Atlet tersebut agar tidak dapat bertanding untuk waktu yang sudah ditentukan.

Pengprov periode 2017- 2021

Pengprov Wushu DKI dipimpin oleh Bpk. Kimin Tanoto. Mengawali kepemimpinannya, beliau langsung membangun sasana khusus Wushu Sanda/Sanshou sebagai tempat latihan untuk atlet-atlet Sanda/Sanshou, membuat akun sosial media Instagram (http://www.instagram.com/wushudki) & Website Wushu DKI (http://www.wushudki.com/) sebagai sarana edukasi dan promosi cabang olah raga Wushu yang dapat diakses dari manapun.